Rabi'ah Al adawiyah tokoh sufi yang tidak ingin menikah selama hidupnya
Rabi'ah al-Adawiyah adalah salah seorang tokoh sufi terkemuka. Nama lengkapnya adalah rabi'ah binti Isma'il al-Adawiyah al-Qissiyah. Ia diberi nama dengan Ra'biah karena ia merupakan puteri keempat dari tiga puteri lainnya. Dan ia lahir di Basrah sekitar tahun 95 atau 99 H/713 dan 717 Miladi
Kehidupannya dimulai dengan kemiskinan ekstrem dan perbudakan, namun ia tetap tekun beribadah. Ketaqwaannya yang luar biasa membuat majikannya membebaskannya.
Rabi'ah memilih hidup zuhud, menjauhi kesenangan duniawi, dan fokus pada ibadah kepada Allah. Ia menolak banyak lamaran pernikahan, memilih hidup menyendiri. Rabi'ah wafat tahun 801 M, meninggalkan warisan spiritual yang mendalam.
Dalam kehidupannya sebagai zahidah, Rabiah sangat membenci dengan kesenangan dunia, sebagaimana kritikannya terhadap Sufyan al-Tsauri yang banyak dikunjungi orang karena kealimannya. Rabi'ah memandangnya sebagai kesenangan duniawi saja. Ketika Sufyan al-Tsauri bertanya tentang hikmat, jawab: "alangkah baiknya bagimu jika engkau tidak mencintai dunia ini". Memang benar pendapat Rabi'ah tersebut, karena dunia ini tidak abadi, apalah artinya bagi seseorang dunia akhirnya akan fana', meninggalkan segala apa yang dicintai dan dimilikinya.
Selama hidupnya Rabi'ah tidak pernah menikah, bukan karena ke-zuhudan-nya semata-mata terhadap perkawinan itu sendiri, meskipun banyak orang yang meminangnya namun ia lebih suka menyindiri dan beribadah kepada Tuhan, sampai akhir hayatnya. Rabi'ah wafat tahun 801 M meninggalkan warisan spiritual yang mendalam."
Komentar
Posting Komentar